Home / PALEMBANG / Berdamai Dengan NKRI Bersama Lintas Agama

Berdamai Dengan NKRI Bersama Lintas Agama

VOSMedia, PALEMBANG – Pengurus Wilayah (PW) Ansor dan Satkorwil Banser Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Dialog Kebangsaan dengan Tema ” Berdamai Dengan NKRI Bersama Lintas Agama” sekaligus buka puasa bersama, Di Hotel Zury Ekspress Palembang.

Dalam sambutannya, Ketua GP Ansor Sumsel, Ahmad Zarkasih  mengatakan, proses pemilihan umum di Indonesia telah berlalu dan telah selesai, tentunya dengan berakhirnya proses demokrasi ini diharapkan, kita sebagai warga negara Indonesia, dapat menjalin kembali persatuan dan mempererat tali silaturahmi dan GP Ansor khususnya se-Indonesia, mengajak agar setiap komponen dan elemen masyarakat di Indonesia untuk bersatu dalam damai.

“Saya harap kita bersatu kembali dan merawat serta meneruskan lagi warisan leluhur kita yakni persatuan dan kesatuan,” ungkapnya, Jumat (31/5/19).

Senada dengan itu, Sekretaris Dewan Penasehat PW Ansor Sumsel, Hernoe Roesprijadji mengatakan dalam sambutannya, ada empat tipe manusia menurut Imam Al Ghazali yakni pertama manusia yang tahu dan dia tahu bahwa dirinya tau, yang kedua Orang yang tahu tapi dia tidak tahu dirinya tahu yang diibaratkan seperti orang tidur, manusia ketiga yakni orang yang merasa tidak tau tapi dia berusaha ingin tahu, menyadari bahwa dirinya banyak kekurangan tapi tetap berusaha, dan yang keempat adalah Orang yang tidak tau tapi dia merasa tahu dan merasa paling tahu.

“Akhir – akhir ini banyak yang tergolong di golongan keempat, maka kita berkewajiban untuk terus mengingatkan ke golongan seperti ini, bahwa kita tidak sendiri, karena meskipun kita berbeda suku agama dan ras namun diikat oleh NKRI,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara, mengapresiasi kegiatan dialog kebangsaan yang di inisiasi oleh GP Ansor tersebut, karena di zaman yang ke kinian seperti ini, pemuda masih peduli dengan bagaimana memperkokoh NKRI dari berbagai lintas agama.

Dirinya berharap seluruh komponen generasi muda bangsa ini dari berbagai ras dan agama harus senantiasa memikirkan bagaimana kita memperkokoh kesatuan di kehidupan kita sehari-hari, dalam kesatuan dan persatuan bingkai NKRI.

“Semoga persatuan dan kesatuan tetap terjaga selalu, perbedaan itu adalah hal yang biasa dalam alam demokrasi, kemudian meleburlah kembali untuk bersatu menghilangkan perbedaan kita dalam bingkai NKRI,”tutupnya.(putra)

About redaktur

Check Also

Pompanisasi Sungai Bendung Selesai Oktober

VOSMedia,PALEMBANG – Proyek pompanisasi Sungai Bendung di Jalan Ali Gathmir, Kelurahan 10 Ilir ditargetkan rampung …