Home / PENDIDIKAN / “Dialog Online DPD PGK Kota Palembang Soroti Nasib Pendidikan Indonesia di Tengah Wabah Covid-19”

“Dialog Online DPD PGK Kota Palembang Soroti Nasib Pendidikan Indonesia di Tengah Wabah Covid-19”

 

VOSMedia,PALEMBANG-Pembelajaran secara daring dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar tetap jalan di tengah pandemi corona. Meski telah disepakati, cara ini menuai kontroversi. Bagi tenaga pengajar, sistem pembelajaran daring hanya efektif untuk penugasan. Mereka menganggap untuk membuat mahsiswa/siswa memahami materi, cara daring dinilai sulit.
Selain itu, kemampuan teknologi dan ekonomi setiap mahsiswa/siswa berbeda-beda. tidak semua mahsiswa/siswa memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini. Koneksi lemot, tenaga pengajar tidak mumpuni, dan kuota internet yang mahal menjadi hambatan nyata.

Meskipun begitu, pembelajaran harus terus berlanjut. Setiap sekolah/kampus memiliki kebijakan masing-masing dalam menyikapi aturan ini. Beberapa sekolah/kampus merombak jadwal mata pelajaran yang akan diberikan kepada mahsiswa/siswa setiap harinya. Mata pelajaran yang diberikan dalam satu hari hanya tiga jenis, ditambah dengan lembar kegiatan yang harus diselesaikan mahsiswa/siswa setiap hari.

Namun, efektifkah pembelajaran jarak jauh seperti ini?
Organisasi Kepemudaan, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan mengadakan Dialog Online pada tanggal 20 Mei 2020, yang membahas tentang nasib pendidikan di tengah wabah covid-19. efektifkah pembelajaran via online/daring?
yang dimana di narasumberi oleh Doktor muda dan sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., M.Ht, M.Ht, M.NLP.,CI. Dan Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan sekaligus mantan Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Riyan Hidayat, S.Sos.

Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., M.Ht, M.Ht, M.NLP.,CI mengatakan dari hasil survei yang di laksanakan oleh IPNU pendidikan di Indonesia masih kurang efektif untuk melaksanakan pembelajaran via online/daring karena masih banyak fasilitas yang kurang mendukung untuk kegiatan tersebut berlangsung, selanjutnya SDM yang kurang mempuni yang dimiliki oleh Indonesia untuk melaksanakan pembelajaran online tersebut yang kali ini SDM yang dimaksud ialah tenaga pengajar baik guru maupun dosen karena mereka masih belum mengerti tentang cara menggunakan teknologi berbasis daring. situasi inilah yang di sebut dengan revolusi industri 4.0 yang dimana manusia harus siap untuk menghadapi tantangan global jangan sampai kita kalah sama teknologi yang dimana teknologi tersebut buatan manusia sendiri. kalo SDM kita kalah sama teknologi maka negara kita akan tertinggal sama negara lain.

sedangkan menurut pandangan Sekretaris Jendral DPP PGK Riyan Hidayat, S.Sos, mengatakan sependapat dengan Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., M.Ht, M.Ht, M.NLP.,CI, Indonesia masih belum siap untuk menerapkan pembelajaran via online/daring, dikarenakan berbagai faktor yang menjadi kendala contoh nya di daerah-daerah Indonesia masih belum ada yang mempunyai jaringan untuk melaksanakan pembelajaran via online/daring, serta banyak juga mahasiswa/siswa yang memanfaatkan keadaan ini dengan tidak ingin mengikuti pembelajaran di karenakan malas dan sebagainya, banyak mahasiswa/siswa yang alasan nya jaringan lemot, atau tidak ada kouta dengan permasalahan ini pembelajaran via online/daring tidak akan efektif untuk di laksanakan.

namun yang terpenting dari pembelajaran via online/daring ini ialah transfer ilmu dan nilai, dalam hal ini ilmu sangatlah penting bagi pemuda harapan bangsa, mereka harus di bekali dengan ilmu yang sesuai dengan kreteria mereka agar mereka tidak salah langkah dalam memilih masa depan mereka, untuk nilai, nilai yang dimaksud ialah nilai-nilai akidah dan akhlak mereka yang harus tanamkan agar mereka terus dalam koridor yang positif untuk negara dan agama.

terakhir Riyan mengatakan, sekitar 10 tahun lagi peran-peran manusia akan di gantikan oleh teknologi sebesar 75% contoh nya saja sekarang tukang parkir yang dimana peran mereka tergantikan oleh teknologi yang di terpakan oleh perusahaan-perusahaan besar, maka dari itu kita harus menyiapkan SDM-SDM yang mempunyai keterampilan dari sekarang agar bisa bersaing di kemudian hari.

dalam kesempatan ini peserta juga ikut bertanya kepada dua narsumber. Tigor Sinambela aktivis dari medan ini menanyakan, apakah ada langkah dari PGK dan IPNU untuk kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia?
pertanyaan tersebut langsung di jawab oleh Riyan Hidayat, S.Sos, Riyan mengatakan langkah yang di lakukan oleh PGK untuk kepedulian pendidikan di Indonesia dengan cara melaksanakan program pelatihan kepemimpinan kepemudaan yang dimana pelatihan ini pemuda yang telah melaksanakan pelatihan ini nanti bisa menjadi acuan kepada masyarkat di luar karena mereka sudah dibekali ilmu-ilmu yang bisa berguna di lingkungan masyarakat.

sedangkan dari Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., M.Ht, M.Ht, M.NLP.,CI, mengatakan langkah-langkah yang dilakukan oleh IPNU untuk kepedulian pendidikan di Indonesia dengan cara mengawal kebijakan-kebijakan pendidikan oleh pemerintah agar kebijakan-kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang ada di Indonesia.

terakhir pentup dari moderator Samsul Bahri, S.E menyimpulkan, pembelajaran online/daring di lakasanakan Indonesia selama wabah corona banyak menuai polemik, banyak kelebihan dan kekurangan belajar dengan cara online/daring.
semoga dengan pengalaman pembelajaran online/daring ini mahasiswa/siswa tidak melek teknologi agar bisa menghadapi masa yang akan datang.

kegiatan dialog seperti ini akan kita terus laksanakan agar bisa membuat pemuda peka akan apa yang terjadi di Indonesia, mungkin ada tema-tema yang lain dan narsumber-narsumber dari kalangan pejabat di negeri yang bisa kita kolaborasikan demi memperkaya pengetahuan dan ilmu kita.
terakhir saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri bagi masyarakat muslim di Indonesia, mohon maaf lahir dan batin. tutup Samsul Bahri, S.E moderator pada kegiatan ini yang juga sekaligus sebagai ketua DPD PGK Kota Palembang.(ril)

About redaktur

Check Also

HMI : Kedepan OKU Selatan Harus Sudah Memiliki Perguruan Tinggi

VOSMedia, OKUS – Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan kabupaten OKU selatan, mengadakan diskusi publik …