Home / SUMSEL / Harga Gas Melon Meroket Hingga 50 Ribu, Jika Kedapatan Bermain, Pangkalan Gas Akan Ditutup
Bupati Devi

Harga Gas Melon Meroket Hingga 50 Ribu, Jika Kedapatan Bermain, Pangkalan Gas Akan Ditutup

VOSMEDIA.CO.ID_MURATARA – Bupati H. Devi Suhartoni (HDS) melakukan insfeksi mendadak (sidak) kepangkalan gas, toko-toko dan rumah-rumah warga di Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Selasa (21/9/2021).

Sidak ini disebabkan meroketnya gas elpiji 3 kg diwilayah Muratara, dari informasi yang terhimpun, harga eceran tembus diangka 30 ribu hingga 50 ribu per kg.

Padahal seharusnya harga gas elpiji 3 kg di pangkalan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 17.200 per tabung. masyarakat miskin harusnya membeli gas melon langsung ke pangkalan dengan harga yang murah sesuai HET yang ditetapkan Pertamina.

Dari pantauan vosmedia.co.id, Bupati Devi didapingi Camat Nibung Dahmudin, Kapolsek AKP Reddy Cahyono, TNI dan instansi terkait, mendatangi pangkalan gas, toko-toko, warung dan rumah-rumah warga untuk menanyakan langsung terkait melambungnya harga gas melon ini.

Bupati Muratara

“Setiap pangkalan boleh ambil untung per tabung Rp1850, Harga sudah dipatok atau HET agen pangkalan, ada tandanya,” tutur Bupati

Harga termahal, kata Devi, harusnya di ulu rawas yaitu Rp19.500, di Rawas Ilir Rp19.500, di Nibung Rp19500, ini berdasarkan tabel pertamina dan aturannya.

“Transport dari SPBE Linggau ke muratara semua biaya transport dibiayai oleh pertamina, dan agen SPBE linggau atau Mura harus antar ke pangkalan- pangkalan di Musi Rawas Utara. Jadi tidak ada alasan biaya angkut mahal. Karena biaya disubsidi Pertamina,” jelas Bupati

“Harga elpiji harusnya termahal di Musi Rawas Utara adalah Rp20.000 sd Rp23.000,” tambahnya

Sebelumnya Bupati Devi Suhartoni, telah melakukan rapat bersama Pertamina, kenaikan harga ini terindikasi ada agen nakal yang bermain sehingga terjadilah kelangkaan dan meroketnya harga.

Pertamina meminta Pemerintah Daerah melakukan operasi pasar dan jika terdapat agen menjual lebih mahal laporkan, pertamina akan menutup agen nakal tersebut.

Bupati juga sudah meminta pertamina memanggil semua agen se-muratara dan menjelaskan aturan tentang elpiji, serta penambahan quota elpiji agar masyarakat tidak susah dengan harga mahal dan kelangkaan Elpiji ini.

“Harga tidak boleh dimainkan oleh siapapun dan rakyat tidak boleh susah dibuat elpiji,” tegas Bupati yang juga Kader Idiologis PDI Perjuangan ini.

 

(Red)

About admin

Check Also

Warga lapor kades sunat blt

Diduga Sunat BLT, Oknum Kades Suka Menang Bungkam

VOSMEDIA.CO.ID_MURATARA – Bantuan Langsung Tunai (BLT) warga Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi …