Home / EKONOMI / Ini Langkah Wabub Muratara Tingkatkan Kesejahteran Petani

Ini Langkah Wabub Muratara Tingkatkan Kesejahteran Petani

VOSMedia, MUSI BANYUASIN – Dalam rangka meningkatkan kesejahteran petani karet di Musi Rawas Utara (Muratara) Wakil Bupati Kabupaten Muratara H. Devi Suhartoni beser melakukan kunjungan kerja ke Musi Banyuasin, dalam rangka studi banding mengenai Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang, Rabu (17/7).

Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Muba Iskandar, Camat Keluang Debby Haryanto, Kadis Pertanian dan Perikanan Muratara Suhardiman, petani dan pengusaha karet Muratara.

Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara H Devi Suhartoni mengatakan dari studi banding ini menjadi tonggak sejarah untuk mendirikan UPPB di Muratara dengan harapan juga dapat mengangkat harga jual karet.

“Di Muratara sekarang harganya 6 ribu rupiah, disini mencapai 9ribu rupiah, inilah tujuan kami belajar datang kesini,”katanya.

Selanjutnya Wabup Muratara Devi Suartoni mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemkab Musi Banyuasin yang telah menyambut beliau dengan baik.

“Terima kasih ilmu yang telah diberikan,”ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi berharap dari kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan kebijakan Pemkab Muratara untuk meningkatkan harga jual komoditas karet.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat bermanfaat sebaik-baiknya bagi kedua daerah,” harapnya.

Ia menjelaskan dari luasan Kabupaten Muba ditanami sawit dan karet, dimana 350.000 hektar kebun karet 85% milik rakyat, dan kurang lebih 400.000 hektar kebun sawit yang 60% milik perusahaan.

“UPPB ini dibentuk sebagai salah satu langkah kita untuk meningkatkan harga jual karet rakyat karena lima tahun terakhir harga karet menurun,” tuturnya.

Selain UPPB lanjutnya dalam penyerapan hasil karet rakyat Pemkab Muba akan membangun jalan dari aspal campur karet, dan menghadirkan hilirisasi.

“Tahun ini juga 2.000 hektar kita akan melakukan pemerajaan karet rakyat yang sudah tua, beserta memberikan bantuan bibit,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua UPPB Desa Cipta Praja Suprih Giyono mengatakan UPPB tersebut dibentuk sejak tahun 2015, hingga saat ini telah beranggotakan 550 orang petani karet.

“Per Minggu kita melakukan pelelangan 40-45 ton hasil karet masyarakat, yang membelinya dari perusahaan dari dalam dan luar daerah, dengan harga jual rata-rata mencapai Rp. 9.680 per kilogram,” tukasnya(*)

About redaktur

Check Also

Cultural Hub Ajak Masyarakat Kenali Budaya Khas Sumsel di GoFood Festival OPI Mall

VOSMedia, PALEMBANG – Beragam cara masyarakat untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, salah satunya dengan mengangkat kembali …