Home / SOSIAL / Kisah Para Srikandi Padamkan Api Karhutlah di OKI

Kisah Para Srikandi Padamkan Api Karhutlah di OKI

VOSMedia, OKI – Rasanya bersalah jika di dusun kita terbakar makanya kami selalu siap dipanggil jika ada kebakaran lahan, begitulah ungkapan Shinta (20) salah satu relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), setelah usai berusaha memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Lebak Nyale Desa Perigi Talang Nangka Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Bersama Satgas memadamkan api yang melahap lahan gambut diwilayah itu, tidak terbesit risiko yang ia bakal dapatkan, mengingat area lahan gambut yang terbakar memungkinkan api membesar bahkan lahan gambut bisa saja membuat kaum hawa ini terperosok ke dalam bara api yang siap membakar kaki mereka.

“Rasanya bersalah jika di dusun kita terbakar dan apalagi asapnya sampai terhirup oleh warga lain, makanya kami selalu siap dipanggil jika ada kebakaran lahan,”ujar Shinta, Kamis (17/10/19).

Shinta yang sudah bergabung di MPA sejak tahun 2015 ini mengaku sudah beberapa kali mengikuti pelatihan pemadaman baik yang diselenggarakan oleh Pemda OKI maupun NGO, awalnya dia dan kawan-kawan perempuannya diberi tugas menangani logistik para petugas lapangan yang semuanya laki-laki. Namun tak butuh waktu lama bagi Shinta untuk ikut terjun berjibaku menghadang api.

Meski mengakui keterbatasan kekuatan fisik dibanding rekan-rekan lelakinya, Shinta tetap melakoni pekerjaan berat keluar masuk hutan, memanggul alat berat, dan menjinakkan api, hal itu tak menjadikan soal, sebab mereka berbagi beban.

“Kalau memanggul alat, kami yang perempuan membawa perlengkapan macam selang air. Sementara alat-alat yang lebih berat dibawa lelaki,” Katanya.

Lain lagi Rika (29) perempuan yang sehari-hari menjadi pengajar di PAUD Bunda Desa Talang Nangka. Kondratnya sebagai perempuan menurut dia bukan halangan untuk berbuat baik.

“Perempuan juga bisa, kami tidak pernah takut yang penting di desa kami jangan ada api,” tegasnya.

Rika menceritakan serunya bertugas dilapangan bersama tim pemadam api. Dia merasa menemukan keluarga baru serta terikat kebersamaan dengan tim pemadam Karhutbunlah yang terdiri dari Unsur TNI/Polri, BPBD dan RPK

“Kadang mereka juga kasihan sama kami, kami dihibur disuruh kerjakan yang ringan-ringan saja tapi kami juga ingin melakukan apa yang dilakukan petugas laki-laki,” tuturnya.

Besar-kecil bukan soal menurut Rika, juga perempuan-lelaki. Karena esensi yang sesungguhnya adalah kerja sama mereka dalam memadamkan kobar api.

Kepada masyarakat Rika juga berpesan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membakar hutan dan lahan bahkan menurut dia kesadaran dini itu sudah dia tanamkan pada anak-anak didiknya di PAUD.

“Cantik itu tidak hanya yang terlihat diluar, masih banyak orang yang melihat kecantikan itu dari dalam, yang penting adalah perbuatan baik apa yang telah kita berikan untuk orang banyak,” tutupnya. (Arl)

Editor : fly

About redaktur

Check Also

Wabup Muratara resmi tutup MTQ ke-IX di Muratara, Camat Rawas Ilir Ketiban Durian Runtuh.

VOSMEDIA.CO.ID_MURATARA – Pada acara penutupan MTQ ke-9 di halaman kantor bupati di Muara Rupit, Jumat …