Home / KESEHATAN / LKMI PB HMI : KPU Harus Perhatikan Aspek Kesehatan

LKMI PB HMI : KPU Harus Perhatikan Aspek Kesehatan

VOSMedia, JAKARTA РDuka menyelimuti proses pelaksanaan Pemilu serentak tahun ini, tercatat tidak kurang dari 91 orang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi korban meninggal dunia dan 374 orang korban sakit yang tersebar di 20 provinsi berdasarkan data sementara pada senin 22 april 2019 pukul 16.15 wib.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam PB HMI atau yang biasa disebut LKMI membuat pernyataan sikap dalam rilis yang diterima redaksi.

LKMI menganggap KPU abai dengan aspek kesehatan dan keselamatan kerja petugas hingga berakibat jatuhnya korban sakit dan meninggal dunia. Proses demokrasi indonesia harusnya sejalan dengan tujuan bangsa indonesia yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia, Di tengah banyaknya petugas yang menjadi korban keletihan bahkan meninggal dunia, pesta demokrasi indonesia tahun ini tidak lebih dari hari berkabung nasional.

LKMI memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh petugas, pengawas, saksi dll yang ikut menjaga proses pemilu dengan semua pengorbanan yang tak terhingga.

selain itu, Repil Ansen Direktur Eksekutif LKMI juga mengusulkan perbaikan untuk ke depan melalui pendekatan kesehatan masyarakat yaitu pencegahan.
“kita mengusulkan seleksi petugas mesti melalui proses yang ketat terutama aspek kesehatan, Pengaturan kerja yang ideal dengan memperhatikan jam kerja maupun istirahat serta adanya Jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan kepada semua petugas (asuransi).” jelas Repil Ansen yang juga alumni FKM UNSRI.(rill)

About redaktur

Check Also

Riko Saputra Ketua JAMAN Sumatera Selatan yang juga Wakil Direktur Eksekutif Direktorat Relawan Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo -Mahfud MD.

Simulasi Surat Suara KPU Dinilai Menyesatkan, JAMAN Protes Keras

VOSMEDIA.CO.ID_NASIONAL – Relawan Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) bersuara keras terhadap simulasi pemungutan suara yang dilakukan …