Home / PALEMBANG / Menanti Upaya Pemkot Palembang Ungkap Sejarah Pulau Kemaro

Menanti Upaya Pemkot Palembang Ungkap Sejarah Pulau Kemaro

VOSMedia, PALEMBANG – sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, dalam mengungkap dan  meluruskan sejarah dari suatu tempat dan daerah tertentu, agar kebenaran akan sejarah itu menjadi terang benderang dan berguna bagi anak cucu kita serta seluruh lapisan masyarakat, agar bisa mengambil manfaat dari nilai suatu sejarah, karena dibalik bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Seperti halnya Pulau Kemaro yang kini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kota Palembang dalam beberapa tahun terakhir, ternyata diduga memiliki sejarah tersimpan dan berbeda dari yang kita lihat dan rasakan sekarang ini.

“Manuskrip – manuskrip sejarah tentang Pulau Kemaro harus kembali dibuka,” ujar Sekjen FPI Sumsel, Habib Mahdi Muhammad Syahab, saat dibincangi, usai Talkshow di Lord Cafe Palembang, Selasa (2/4/19) malam.

Dirinya mengatakan, pemerintah kota dan masyarakat Palembang, harus berupaya merestorasi Pulau Kemaro agar kembali seperti ke bentuk zaman sebelumnya, serta mencari sebab apa yang menjadi faktor dari perubahan tersebut dan hal ini perlu menjadi perhatian khusus terutama pihak pemerintah kota Palembang.

Kalau perlu diadakan seminar khusus dan kajian – kajian oleh para ahli sejarah dengan melibatkan Arkeolog dan semua pihak terkait yang mengurusi tentang situs cagar budaya, buka dan pelajari kembali sejarah manuskrip – manuskrip lama, agar tempat tersebut kembali terlihat apa fungsi sebenarnya dari awal dan nilai sejarah apa yang terkandung dari tempat itu.

“Siapa sebetulnya yang dimakamkan disana, semua itu harus terjawab,” tegasnya.

Jadi bukan suatu perubahan drastis tanpa adanya kajian, hal itu membingungkan bagi masyarakat, apalagi dirinya sudah melihat tempat itu sebelumnya, namun kini tiba – tiba tempat itu sudah berubah dengan begitu cepat tanpa ada pembahasan sebelumnya.

“Saya pikir kalau tempat itu sudah dikembalikan seperti asalnya, bisa  lebih meningkatkan pendapatan daerah dari sektor Pariwisata,” ungkapnya.

Karena tempat itu nantinya, bukan hanya menjadi suatu tempat gelaran event tahunan saja, tapi bahkan akan menjadi tempat suatu event yang luar biasa lagi dan tentunya akan menjadi tempat wisata menarik bagi seluruh lapisan masyarakat kota Palembang, bukan hanya milik kelompok tertentu, bukan milik etnis tertentu tapi milik semua masyarakat Kota Palembang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani, berpendapat kalau memang ada informasi tersebut, pihaknya akan mengajak sejarawan dan seluruh dinas terkait untuk mengkaji informasi itu, serta akan berupaya meluruskan kembali sejarah dan akan mengekskavasi Pulau Kemaro.

“Kami juga kan baru tahu , kalau ada info tersebut, aku kan baru dua tahun di Dinas Pariwisata, kejadian itu kan sekitar 13 tahun yang lalu, jadi kalau memang ada sejarah seperti itu, kita akan undang sejarawan, kita luruskan, kita kembali kan, kita ajak ngomong dengan yang punyo lahan,” kata Isnaini.

Tadi kan terungkap saat gelaran Talkshow, bahwa di kawasan Pagoda dari Pulau Kemaro itu, dahulunya ada tulisan – tulisan bahasa Arab atau Aksara Arab, nanti dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak sejarawan dan Dinas terkait dan Dinas kebudayaan Palembang untuk mengecek ke Pulau Kemaro.

“Kalau benar Pulau Kemaro punya sejarah tersendiri, akan kita luruskan dan kembalikan kefungsi awalnya,” terangnya. (Fly)

About redaktur

Check Also

Pompanisasi Sungai Bendung Selesai Oktober

VOSMedia,PALEMBANG – Proyek pompanisasi Sungai Bendung di Jalan Ali Gathmir, Kelurahan 10 Ilir ditargetkan rampung …