Home / SUMSEL / Meski Tak Sempat Hadir Gubernur Sumsel Apresiasi Pagelaran Budaya Sriwijaya di Yogyakarta

Meski Tak Sempat Hadir Gubernur Sumsel Apresiasi Pagelaran Budaya Sriwijaya di Yogyakarta

IKPM Sumsel Yogyakarta Gelar Pagelaran Budaya 

VOSMedia, PALEMBANG – Sanggar Sriwijaya dibawah naungan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Selatan (IKPM Sumsel) bersama – sama 17 komisariat kota/kabupaten beserta warga Sumsel Yogyakarta melaksakan kegiatan pagelaran budaya, bertema “Spirit Of Sriwijaya Riwayatmu Kini dan Nanti”, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, selasa (10/12/19) lalu.

Ketua pelaksana pagelaran budaya IKPM Sumsel, Alpis Syahrin dalam rilis yang disampaikannya, mengatakan Pangelaran budaya ini sebelumnya yang diawali Simposium Kebudayaan pada sabtu 7 desember 2019 menghadirkan pembicara Dr. Erwan SuryaNegara, Drs. Rafani Igama dan M.s,i., Mulyadi S,fil, M.Si, di Gedung Teaterikal Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Diruangan gedung seminar yang berkapasitas 300 orang, disini terjadi dialektika yang sangat luar biasa, bahkan seluruh peserta simposiumpun sangat antusias dalam mendengarkan dan memberikan pertanyaan tentang kesriwijayaan,” terang Alpis, kamis (12/12/19).

Dilanjutkan pada senin 9 desember 2019,  pementasan karya seni berupa pameran lukisan yang bertemakan keragaman nilai kesriwijaya dimata generasi sekarang, pameran makanan khas, pakaian khas seluruh Sumsel dan sendra tari kreasi dan tradisi yang menceritakan budaya yang ada di Sumsel, mulai dari sejarah, prilaku, serta makanan khas.

“Hari ini kami sebagai pemuda Sumatera Selatan hampir krisis identitas dibagian budaya dikarenakan sangat minim literasi dan refrensi mengenai Sriwijaya, serta kebudayaan Sumsel oleh karena itu kami sebagai pemuda pemudi yang peduli akan kebudayaan mengadakan simposium kebudayaan yang bertemakan Spirit of sriwijaya riwayatmu kini dan nanti,” lanjutnya.

Ketua IKPM Sumsel Mario Mora, juga menyampaikan pegelaran budaya yang bertemakan Abhinaya Teruni ini merupakan bentuk kontribusi pemuda pemudi Sumatera Selatan dalam mempromosikan kebudayaan, kesenian serta pariwisata yang ada di Sumatera Selatan.

“Abhinaya Teruni sendiri diambil dari bahasa sangsekerta yaitu semangat pemuda pemudi, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Sumsel Yogyakarta terhadap pelestarian budaya di Sumsel,” ujar Mario

“Ini sekaligus juga kritik pada pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, yang dimana sebagai pemangku kekuasaan hingga saat ini belum ada dukungan terhadap para penggiat seni dan mahasiswa sumsel yang ada di Jogja,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Ketua Sanggar Sriwijaya M. Iqbal menjelaskan Pagelaran ini diadakan berdasarkan pada kegelisahan para mahasiswa Sumsel jogja akan perkembangan budaya yang ada di sumsel sendiri. Selain bentuk kepedulian mahasiswa sumsel Jogja terhadap seni dan budaya, kegiatan ini salah satu sebagai bentuk promosi budaya yang dimana sesuai dengan  perjalanan suci mahasiswa Sumsel Jogja yaitu “dari tanah Mataram untuk bumi Sriwijaya”.

Berangkat dari kegelisahan ini, kami mahasiswa Sumsel Jogja menciptakan ruang sendiri untuk teman-teman penggiat seni, aktivis intelektual dan seluruh elemen masyarakat Sumsel Jogja yang hanya bermodalkan keyakinan melestarikan budaya dan memperkenalkan kerajaan Sriwijaya.

“Kami bukan ingin bantuan dalam bentuk dana atau pun lainnya, yang kami harapakan hanyalah bentuk perhatian setidak-tidaknya Gubernur Sumatra Selatan hadir dan memberikan senyuman kepada anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan ditanah rantau ini, kami hadir atas dasar misi budaya, Karena Budaya Merupakan Identitas Suatu Daerah,” urainya.

Di tempat berbeda, Budayawan Sumsel Dr. Erwan Surya Negara mengungkapkan Asrama Mahasiswa Sumsel Yogyakata yang menampung adik – adik mahasiswa yang berasal dari Sumatra Selatan terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomis.

Asrama dengan nama Balai Sriwijaya, lanjut Erwan, kondisi fisik bangunannya saat ini sudah harus mendapat perawatan atau direhab, karena sudah hampir satu dasawarsa belum mendapat perhatian pemerintah Sumatra Selatan, sedangkan pada bangunan itu melekat diksi Sriwijaya yang merupakan delegasi dari komisariat 17 kabupaten kota yang ada di Sumatra Selatan.

“Semoga pada era pak Gubernur Sumatra Selatan saat ini segera memberikan perhatian serius, karena asrama itu dalam perjalanannya telah turut andil dalam proses pencerdasan SDM generasi muda Sumatra Selatan,” urai Erwan.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Sumsel, Aufa Syahrizal

Pemerintah dan IKPM Sumsel Dapat Disinergikan

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumsel melalui Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Sumsel, Aufa Syahrizal mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, tentunya sangat mengapresiasi terhadap apa yang sudah diperbuat oleh  Rekan – rekan /adik – adik Mahasiswa Sumsel yang tergabung dalam IKPM di Jogjakarta, salah satu wujud kepedulian kami, Melalui Disbudpar Sumsel telah diutus Kabid yang membidangi Dokumentasi dan Publikasi Sejarah dan Kebudayaan untuk menjadi Narasumber dalam simposium Kebudayaan.

Kemudian di lain kesempatan pada puncak acara Pemerintah Provinsi juga telah mengutus Ka UPTD Taman Budaya Sriwijaya mewakili Kadisbudpar yang juga sekaligus mewakili Gubernur Sumsel untuk hadir pada acara Perhelatan Budaya.

“Sejatinya Gubernur Herman Deru, akan hadir secara langsung namun karena dalam waktu bersamaan Gubernur menghadiri Rapat terbatas dengan Presiden RI. Sehingga secara Fisik Bapak Herman Deru tidak bisa hadir,” terang Aufa, saat dikonfrimasi.

Kemudian pada waktu yang bersamaan juga di Hotel Swarnadwipa sedang dilaksanakan acara REFLEKSI SENI 2019 ditandai dengan PENGANUGERAHAN KEPADA SENIMAN DAN BUDAYAWAN, yang dihadiri Wakil Gubernur Mawardy Yahya didampingi oleh Kadisbudpar Sumsel. Kedua kegiatan tersebut sama pentingnya dalam upaya untuk mengangkat dan melestarikan Budaya Sumsel. Serta menghargai para Pemangku kepentingan khususnya para pelaku seni Dan pemerhati seni dan Budaya Sumsel.

“Untuk itu perlu difahami bahwa berkaitan ketidakhadiran Gubernur HD secara Fisik dalam acara perhelatan Budaya di Jogja bukan berarti Gubernur HD tidak peduli dan tidak mengapresiasi kreatifitas dan aktivitas dari Adik2/ Rekan2 Mahasiswa Sumsel di Jogja,” jelasnya.

Lanjut Aufa, Sekali lagi Pemerintah Provinsi sangat mengapresiasi apa yang telah di perbuat oleh para mahasiswa di Jogja dalam upaya mempromosikan Sumsel melalui perhelatan Budaya.

“Kedepan tentu kami berharap komunikasi antara Mahasiswa di Jogja dengan Pemerintah Sumsel dapat lebih di tingkatkan agar semua kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak antara Pemerintah dan IKPM Sumsel dapat disinergikan untuk kepentingan Masyarakat Sumsel secara keseluruhan sesuai dengan Visi Dan Misi Gubernur Sumsel yakni Sumsel Maju Untuk Semua,” tutupnya.(ril/fly)

About redaktur

Check Also

Cegah Covid-19, Pemkab Mura Bagikan Bantuan Dengan Tidak Berkerumun

VOSMedia, MUSIRAWAS – Dalam memberikan bantuan untuk mengurangi dampak sosial akibat wabah Covid-19, Bupati Musi …