Home / PALEMBANG / Peran Pemuda Melawan Intoleran Dan Radikalisme Jelang Pilkada Sumsel 2020

Peran Pemuda Melawan Intoleran Dan Radikalisme Jelang Pilkada Sumsel 2020

VOSMedia, PALEMBANG – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (Badko HMI Sumbagsel) bekerjasama dengan Dewan Pengurus Wilayah Perhimpunan Gerakan Kebangsaan Provinsi Sumatera Selatan (DPW GPK Sumsel) adakan Diskusi Publik dengan Tema “Peran Pemuda dalam Melawan Praktek Intoleran dan Gerakan Radikalisme Menjelang Pilkada Serentak Sumatera Selatan Tahun 2020” di Guns Cafe Palembang, Kamis (30/1/2020).

Turut hadir sebagai Narasumber diantaranya, Dr Ega Mandala M Si (BINDA Sumsel), Akhmad Marzuki (Pemuda NKRI Sumsel), Bagindo Togar (Pengamat Sospol & Budaya), dan dimoderatori oleh Hardi Bubut Saputra.

Muhammad Hatta Ketua Pelaksana dan Juga Pengurus Badko HMI Sumbagsel menuturkan bahwa kegiatan ini diadakan tak lain untuk mengajak kaum muda dan millenial untuk bersama-sama menjaga toleransi dan stabilitas keamanan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumsel yang juga akan menghelat gelaran Pilkada serentak di tahun 2020.

“Bagaimana kita sebagai generasi muda, generasi milenial, ingin tetap melihat Indonesia ke depan, mungkin sampai satu hari sebelum kiamat, itu masih utuh. Masih tetap dalam kondisi damai dan harmoni,” tambah M Hatta.

Menurutnya lagi, generasi muda sendiri harus turut memberantas intoleransi dan radikalisme. “Kita lah sebagai generasi milenial yang akan meneruskan estafet perjuangan pahlawan terdahulu. Dengan apa? Dengan memutus rantai fenomena-fenomena gerakan intoleran dan radikalisme tersebut,” tegasnya lagi.

Sementara itu Bambang Irawan Ketum Badko HMI Sumbagsel mengatakan bahwa generasi muda menjadi target empuk bagi momentum apapun, sebab jiwa yang dimiliki generasi muda masih sangat murni dari pengaruh manapun.

“Maka sering kali kita jumpa kaum muda (pemuda) menjadi ‘operator’ dalam setiap momentum apapun. Terlebih dalam hal ini sektor ideologi yang radikalisme dan mengandung sikap intoleran terhadap sebangsa. Kaum muda sangat mudah bersikap intoleran dan bertindak radikalisme jika dirinya tidak ada benteng untuk bercengkrama dengan ideologi atau paham yang baru dikenalnya,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan diskusi ini kami berinisiatif memberikan “rangsangan” bagi Pemuda Sumsel untuk bersama-sama memperkokoh jiwa nasionalisme dengan spirit spiritual seperti yg diajarkan leluhur bangsa ini.

Dalam sesi diskusi, Ketua Pemuda NKRI Sumsel Akhmad Marzuki menjelaskan bahwa Gerakan Intoleran yang terjadi diduga sudah didesign oleh sekelompok orang yang tujuannya untuk memanfaatkan keadaan itu.

Disebutkannya juga, terkait gelaran Pilkada serentak di Tujuh Kabupaten/Kota di Sumsel meliputi Kabupaten OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan PALI yang akan berlangsung bulan September tahun 2020 mendatang, potensi yang kemungkinan terjadi adalah isu kesukuan.

“Dan kita berharap isu kesukuan ini tak menelurkan terjadinya gerakan intoleran dan menimbulkan konflik dan gesekan sosial di masyarakat,” ujarnya.

Senada, Pengamat Sosial Politik Budaya Bagindo Togar mengutarakan bahwa kita harus responsif apabila ada gerakan intoleransi yang sudah mengganggu ruang publik.

“Dan kita harus mengapresiasi dengan keadaan Zero Konflik di Provinsi Sumsel yang kita banggakan ini, dan ini harus selalu kita jaga bersama,” tandas Bagindo.

Soal tingkat ketidakadilan ekonomi yang dianggap bisa menjadi isu intoleransi, Bagindo menjelaskan hal itu tak menjadi indikator yang signifikan.

“Jadi, apakah Pilkada setiap lima tahunan ini akan menberikan efek soal peningkatan ekonomi, apakah masyarakat menjadi sejahtera setelah proses Pilkada, saya ingin mengatakan Pilkada harus memberikan manfaat bagi masyarakat, jadi Pilkada bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.(ril )

About redaktur

Check Also

Tingkatkan Pentahelix Kembangkan Sektor Wisata dan Olahraga Kota Palembang

VOSMedia, PALEMBANG – Matakotaku menggelar diskusi Kompetensi Meeting Incentive Convention MICE dan Sport City, dengan …