Home / OPINI / Pujakesuma Sumatera Selatan Tantang Rocky Gerung Adu Gagasan Konstruktif 

Pujakesuma Sumatera Selatan Tantang Rocky Gerung Adu Gagasan Konstruktif 

Vosmedia.co.id_Sumsel – Ramainya media sosial oleh pernyataan orasi Rocky Gerung dugaan hinaan kepada bapak Joko Widodo, presiden Republik Indonesia menimbulkan kegaduhan.

Hal ini mendorong Devi Suhartoni selaku Ketua Pujakesuma Sumsel, mengingat pentingnya membangun adab kesopanan budaya Nusantara.

Menurut Devi Suhartoni, Manusia seharusnya memperlihatkan tingkah lakunya pribadi terhadap pribadi, tetapi juga pergaulan dan kehidupannya di masyarakat. dengan lingkungan dan alam sekitarnya. Alam sekitarnya yang subur kang tanpa tinandur” gemah ripah loh jinawi.

Tanpa dimanfaatkan atau dikerjakan dan diolah dengan akal dan budi yang baik maka tidak akan ada gunanya. Begitu erat hubungan manusia dengan kebudayaannya. Sehingga manusia dikatakan makhluk budaya, demikian yang diucapkan oleh Ki Hajar Dewantara

“Ditengah alasan demokratis saat ini, kita mengajak Rocky Gerung Belajar Bersama untuk memelihara Budaya Bangsa,” kata Devi Suhartoni

“Budaya bangsa yang punya adab dan menjaga wibawa pemimpin tertinggi bangsa. Terserah siapapun yang menjadi presiden, walau kita mungkin tidak setuju dan tidak memilih tapi tetap tidak pantas berkata ‘Bajingan Tolol’.” lanjutnya.

Devi Suhartoni menjelaskan, Kata – kata ‘Bajingan Tolol’, terindikasi ke pada bapak presiden Republik Indonesia sangatlah tidak beradab. Walau saudara Rocky jelaskan kata ‘bajingan’ dari zaman Belanda itu merupakan sekolompok kusir kuda dst. Tetapi yang harus juga diingat tidak semua orang mampu atau bisa memahami itu kata tersebut bermakna positif, Dimata banyak masyarakat diksi itu mengandung unsur negative.

“Dinegara paling demokratis pun seperti Amerika kata kata seperti itu di text televisipun untuk kata-kata yang mengandung unsur hinaan atau diksi kasar akan di samarkan, lah Rocky ini terang-terangan dan secara terbuka, apalagi ada kata propokatif yaitu mengajak tgl 10 meramaikan jalanan dan serterusnya,” ujarnya.

Sekarang, kata Devi Suhartoni, apa yang mau kita ributkan, kenapa kita mempermasalahkan bapak presiden kita yang waktunya tinggal sedikit lagi habis pengabdiannya kenapa kita tidak berfikir untuk kita menyiapkan putra putri terbaik dan berdoa kepada Allah agar kita 2024 mendapat pemimpin yang meneruskan kebaikan yang telah dibuat oleh pak Jokowi dan pemimpin sebelumnya dan Indonesia menjadi lebih maju serta suksesi kepemimpinan dan penggantian presiden berjalan elegan dan terhormat.

“Kita antar pak Jokowi purna tugas dengan baik dan elegan agar kelak setelah beliau munculah budaya berpolitik dan cara bernegara yang baik dan beradab tentu bangsa akan menjadi damai, aman dan rakyat menikmatinya,” jelasnya.

Kita, lanjut Devi Suhartoni, pantaslah selalu menghormati dan menjaga harkat dan martabat presiden kita, seperti pak Jokowi beliau telah berbuat banyak untuk bangsa, terlepas ada kurang dan tidak bisa menyenangkan semua pihak, kita sudah sepantasnya menjaga Marwah bangsa ini dengan tetap berdemokrasi berbudaya bangsa kita yang luhur.

“Pesan ke Bro Rocky teruslah bersuara dalam kritik namun pelihara budaya bangsa kita yang penuh sopan santun serta bantu dalam damai suksesi dan penggantian 2024,” pesannya.

Devi Suhartoni juga menantang Rocky Gerung untuk adu gagasan secara terpelajar dan berkebudayaan.

“Dari pada ngomong kejelekan lebih baik usulkan ide ide brilian untuk 2024 ke depan dan perhelatan demokrasi kita elegan,” cetus Devi Suhartoni.

Pihaknya, putra putri Pujakesuma keturunan Jawa disumatera selatan dan seluruh Pujakesuma se Indonesia siap berdiskusi dan memfasilitasi dengan tikar duduk santai.

“Untuk tempat kita laksanakan di tugu Proklamasi, sambil makan pecel lele, minum es dawet dan kita joget juga boleh karena bung Rocky suka musik dan joget biar adem dunia politik ini,” sebutnya.

“Dan juga coba Rocky Gerung diskusi nanti bukan dengan tokoh tokoh nasional tapi kelas tempe saja seperti kami-kami ini,” selorohnya.

“Kita harus menjaga dan menanamkan Budaya bangsa yang berbudi luhur. Indonesia adalah negara berbudaya,” tutup Devi Suhartoni. (*)

About admin

Check Also

HUT X MURATARA, KINERJA KEPEMIMPINAN DEVI SUHARTONI DAN INAYATULLAH MENDAPAT APRESIASI DARI GUBERNUR SUMSEL

VOSMEDIA.CO.ID_MURATARA – Gubernur Sumsel, Herman Deru, hadiri puncak HUT ke-X Kabupaten Musi Rawas Utara. Rabu (14/6/2023) …